Teknologi terbaru sedot lemak

Teknologi terbaru sedot lemak

Jakarta - Sebuah klinik perawatan tubuh menawarkan teknologi perampingan tubuh secara instan tapi dampak negatif minimum, melalui teknologi Laser Lipolysis. Teknologi ini diklaim dapat menyedot lemak secara cepat dan aman, di bagian tubuh mana pun.

“Bagian tubuh mana pun yang timbunan lemaknya berlebih dapat dilaser. Setelah dilaser, bisa langsung dirasakan efeknya. Selain itu, sebagai teknologi terbaru, Laser Lipolysis memiliki efek terkecil,” kata dr Hartono, Marketing Manager Nibelth Clinic, dalam konferensi pers, di Cilandak Townsquare, Jakarta, Sabtu (28/4).

Menurut Hartono, rasa sakit sepanjang pengoperasian pun dalam batas minimal, karena dilakukan bius lokal. Pasien bahkan dapat melihat sendiri proses penyedotannya.

Berbeda dengan metode lain yang mengeluarkan lemak secara paksa, metode ini dipandang lebih aman. Bagian tubuh yang hendak dikurangi lemaknya cukup dibersihkan, kemudian dilaser selama beberapa waktu. Setelah itu, lemak dikeluarkan melalui sayatan sebesar 3 milimeter di kulit.

“Kalau metode lainnya, lemak dipaksa untuk keluar, pendarahan lebih besar, dan penyembuhan lebih lama. Pada metode ini, tanpa kita paksa keluar, lemak keluar dengan sendirinya, dan dapat dilihat berapa liter lemak yang berkurang,” ujar Hartono.

Setelah menjalani proses penyedotan lemak, bagian tubuh yang disedot tersebut ditutup dengan menggunakan semacam korset. Hal ini bertujuan untuk kembali mengencangkan jaringan-jaringan di dalam tubuh, sehingga kulit akan kembali mengencang secara alaimah.

Hartono mengungkapkan, proses penyedotan lemak ini sangat simpel, dan waktunya relatif singkat. Ia pernah melakukan operasi dengan seseorang yang TB 198 cm, dan BB 150 kg, dalam waktu 4 jam, berhasil menyedot lemak sebanyak 14 liter.

Ia mengakui, bahwa dalam proses ini, tidak bisa dipilah antara lemak jahat dan lemak baik. “Kita tidak bisa memilih yang kita buang. Bagian tubuh yang kita tembak, semua lemaknya pasti keluar. Tetapi biasanya kalau gemuk banyak terkandung lemak jahatnya,” ujarnya.

Karena prosesnya yang begitu cepat dan instan, metode ini juga memiliki resiko. Namun, resikonya akan menjadi lebih kecil bila sebelumnya pasien dapat berkonsultasi dengan dokter. Misalnya, dengan mengkonsultasikan riwayat penyakit, hingga bagian tubuh mana yang akan disedot.

Meskipun instan, penyedotan lemak tidak boleh dilakukan pada seluruh tubuh, tetapi harus ada proses bertahap. Pasien juga harus menghindari obat-obatan, vitamin, dan suplemen, yang bersifat mengencerkan darah, sehingga dalam proses operasi, tidak banyak darah yang keluar.

Hartono mengungkapkan, di Indonesia, hanya ada dua tempat yang mampu sudah mengaplikasikan teknologi ini. Teknologi Laser Lipolysis telah mendapatkan ijin dari Kemenkes untuk diaplikasikan di Indonesia. “Karena produknya dari Amerika Serikat, Kemenkes merasa aman untuk boleh dipergunakan di clinic kami,” ujar Hartono.

Hartono menjelaskan, biaya dengan metode ini berkisar antara 15-20 juta rupiah. Sangat jauh berbeda dengan metode yang sama di luar negeri yang mencapai dua kali lipatnya. Selain itu, bila harus keluar, ada ongkos transport yang harus dibayar.

“Teknologi ini aman untuk ibu setelah melahirkan. Setelah dua hari pasca-operasi, saya langsung bisa beraktivitas. Saya juga masih bisa menyusui dengan baik,” Dalam kata Krisdayanti, diva musik pop Indonesia. Wahyu Setiadi(www.gatra.com)

 

Category : Uncategorized

Leave a Reply

Visit Us On TwitterVisit Us On Facebook